Resahku, atasmu.

Malam ini aku belum dijemput kantukku.
Tiba-tiba terlintas dalam pikirku.
Apa yang kamu rasakan atas diriku?
Aku begitu memujamu.
Memujamu atas parasmu.
Memujamu atas cara pandangmu.
Tiba-tiba juga terlintas dalam khayalku.
Apakah kamu merasakan rasa yang sama?
Dalam garis waktu yang singkat, aku kagum atas dirimu.
Dari hal terkecil hingga hal terbesar dalam alur cerita hidupmu.
Aku heran.
Mengapa dalam waktu singkat ini, kamu begitu memikat dari segala arah.
Aku juga takut.
Takut dalam euforia yang ternyata diawal begitu menyenangkan, namun tiba-tiba menjadi kelabu yang membunuh..
Aku juga paham
Semestinya aku meniti garis waktu ini perlahan, supaya kamu pun dapat menemaniku dalam duka serta sukacita.
Kamu, bila kelak kamu sudah tahu apa yang kamu rasakan atas diriku.
Kemukakanlah, supaya sabarku berbayar.
Beritahulah, supaya aku tahu, pantas tidaknya aku memilikimu.

Comments