sepanjang malam itu ia bergeming
sadarnya menyapa serta bertanya
“apa yang kau harapkan sebenarnya?”
“memaksakan diri menunjukkan sisi terbaik, tanpa sadar kau
tak mendapatkan apa-apa selain terdiam”
sepanjang ribuan detik itu ia tersadar
buai dalam pengharapan sungguh membunuhnya
“sadarlah, kau berharap, tanpa sadar kau telah memaksakan
dalam setiap kesempatan”
sepanjang nada pada lagu kesedihan berbunyi harmoni itu ia
meratap
ratapan kali ini tak sekadar ratapan seperti malam-malam sebelumnya
memaksanya bertanya pada diri sendiri
“apakah kali ini kau mendapatkan yang kau inginkan, atau
akan sama seperti kisah-kisah sebelumnya, bahwa kau hanya memetik pelajaran dari
semua ini?”
Comments
Post a Comment