sempat kau gelisah, tentu pula aku gelisah
sempat kau gusar, tentu pula aku gusar
pada kenyataannya gelisah serta gusarku tentu karnamu
namun pada kenyataannya gelisah serta gusarmu bukan karnaku
anganku berpendapat, kita nyaris menyatu
tapi angan hanyalah angan, serta nyaris tetaplah menjadi
nyaris
rasaku mencoba bertaut dengan rasamu kembali
tapi pada kenyataannya rasaku tak digubris
sempat ia keras kepala, tapi pada kenyataannya tetap tak ada
perbedaan
dan pada akhirnya pula, suasana ini terasa tak asing
yang mana, dirimu tak pernah gagal
tak pernah gagal menyakinkanku untuk menjadikan dirimu
jawaban
hanya aku saja yang gagal untuk melakukan sebaliknya
sumpah ini sedih bgt, i'm sorry for ur lost :(
ReplyDelete