Oh ya
Akan saya mulai seperti apa ya?
Saya hanyalah insan, yang pada akhirnya tak percaya cinta
bertahun-tahun lamanya
Saya hanyalah insan, yang tiba-tiba tercuri pandangnya karna
gadis biasa
Mari saya ceritakan gadis biasa ini perlahan
Dia berpenampilan sederhana
Tak berlebih dalam bergaya
Tapi mampu mencuri
Dasar memang dirinya, tukang curi bersenyum manis
Saya yang lama sudah kuat tak percaya cinta-cinta
Tiba-tiba jadi lemah atas gadis yang tiba-tiba muncul tanpa
permisi
Apa daya saya, menguat ingin lari dari abu-abunya
ketidakpercayaan atas cinta
Kebetulan mana yang saya sia-siakan dalam hal memadu kasih
Perlahan, saya bangun rasa ini
Saya butakan mata, agar mata ini tertuju pada pandang
matanya yang sendu
Saya tulikan telinga, agar gaduhnya yang mengaung digendang
telinga
Tak butuh waktu lama dalam membangun rasa
Jatuh saya sedalam-dalamnya pada sang gadis
Puluhan cara saya siapkan
Puluhan cara pula saya lakukan
Tak banyak yang saya inginkan
Membuat nyaman sang gadis
Lalu berbalas rasa ini
Itu saja, tak lebih
Karna saya tahu
Saya hanyalah insan tak berparas
Hanyalan insan payah bergaya
Hanyalah insan dengan ego besarnya dalam memandang dunia
Saya tak tahu mengapa
Sang gadis begitu memikat dalam ribuan cara untuk
memandangnya
Saya masih pula ingat
Kala dinginnya kota waktu itu
Bertemulah pandang mata ini dengan pandang mata sang gadis
Secara langsung ditempat yang sang gadis tak pernah kunjungi
Dinginnya angin kota tak berpengaruh
Karna hangatnya kebahagiaan saya karna sang gadis
Saya masih pula ingat
Ditempat yang sama
Sang gadis dengan warna merah bata membalut, menghangatinya
dari angin semilir
Begitu memikat
Rela saya habiskan
Ribuan detik
Ribuan menit
Hanya untuk duduk sejenak, terdiam
Memerhatikan gerak-gerik sang gadis
Saya masih ingat pula
Diujung malam
Selalu saya nantikan
Manjanya suara sang gadis ditelinga saya
Rela saya habiskan
Ribuan detik
Ribuan menit
Untuk mendengar keluh kesahnya
Untuk bercerita keluh kesah saya
Saya masih ingat pula
Masakan itali ala kadarnya dari sang gadis
Masakan pertama dan terakhir, nampaknya dari sang gadis
untuk saya
Meletuslah bahagia ditengah-tengah letihnya kehidupan
Begitulah sang gadis
Begitu memikat
Mari saya cukupkan cerita sang gadis
Saya ingin bercerita tentang penghujung tahun
Terhitung bulan Oktober kala itu
Berlanjut ke November
Dan berakhir di awal Desember
Tanya saja pada mereka
Karna waktu jadi saksi atas kisah ini
Saya tak berani mengatakan ini kisah bahagia
Karna, saya tahu
Rasa saya tak berbalas
Saya tak berhasil sepenuhnya untuk buat sang gadis nyaman
Sang gadis ternyata, sedang bermasalah dengan hatinya
Karna, seorang lelaki yang sempat sang gadis dambakan
Saya tak berani pula mengatakan ini kisah yang menyenangkan
Karna, saya tahu
Selama ini
Kisah ini selayaknya burung
Namun terbang, dengan satu sayapnya saja
Burung itu tak kemana-mana
Berputar-putar tak karuan
Karna, sayap satunya dengan berbahagia ingin terbang
menjelajah angkasa
Tapi yang satunya
Tetap tak ingin terbang kemana-mana
Saya tak berani pula mengatakan ini kisah yang menenangkan
Karna, saya tahu
Saya tak bisa menjawab semua keluh-kesah sang gadis
Saya tak bisa jadi apapun sang gadis inginkan
Saya paham
Saya hanyalah insan yang totalitas dalam memadu kasih
Saya hanyalah insan yang ingin menghabiskan waktu ini
bersama sang gadis
Tapi nampaknya sang gadis tak sepakat akan hal itu
Berhenti
Tiba-tiba, saya tak tahu mengapa
Apa karna saya dan sang gadis sedang emosi dalam hal
cinta-cinta?
Saya tak tahu
Apa karna saya saja jadi alasan sang gadis mengeluh risih?
Saya tak tahu
Yang saya tahu
Kisah ini telah berakhir
Ingin rasanya menunggu
Ingin rasanya tetap merendah hati untuk diam sejenak
Karna
Saya hanyalah insan yang telah letih mondar-mandir dengan
membawa hati dan ingin istirahat bersama sang gadis
Tapi
Rasanya saya tak bisa dapat apa-apa
Karna, saya tahu
Rasa ini tak berbalas
Sampai saat ini pun
Rasanya masih sama kuatnya walaupun telah terkikis
Teruntuk sang gadis
Terimakasih atas waktunya meladeni
Saya tahu itu berat, berat untuk meladeni saya
Jadi
Ijinkan saya menuangkan seluruh keluh-kesah ini dalam aksara
saya
Mungkin saya bukan tukang sastra yang paham betul dalam
menyusun aksara
Tapi saya yakin
Saya masih jujur dalam aksara-aksara yang saya susun ini
walau berantakan tak beraturan
Teruntuk sang gadis
Saya tunggu kau di dimensi waktu yang lain
Semoga saja
Saat kita bertemu
Saya akan menumbuhkan rasa ini dari kosong
Begitu pula dengan kau
Agar kisah ini selayaknya merpati
Yang terbang dengan dua sayapnya untuk menjelajah indahnya
angkasa
Comments
Post a Comment