Tepat pukul 1 pagi.

Tepat pukul 1 pagi.
Lagi-lagi aku gagal untuk tidak mengingatnya.
Secerdik apapun aku lari, segesit itu pula ingatan itu menyapa.
Sebodoh apapun aku berharap, secerdas itu pula asa itu menelisik hadir.
Ada gadis lain yang tiba-tiba pula hadir menjemput pandang mata ini.
Tapi, sialan.
Lagi-lagi aku gagal untuk tidak mengingatmu.
Selamat malam, gadis lain.
Tolong aku.
Tolong kembangkan sayap anggunmu dalam pikiran dan hati ini.
Gadis lain.
Selamatkan aku.
Selamatkan aku dari jurang keputusasaan dalam hal cinta-cinta.
Supaya, aku tak terngiang-ngiang dengan kisah singkatku yang tak beruntung kemarin.
Tapi gadis lain, jangan takut.
Percayalah, sekalipun dirinya masih berkeliaran dalam kepala ini, aku berharap kau lah yang mengeluarkannya dalam kepala ini.
Supaya kau dengan leluasa berkeliaran dalam kepala maupun hati ini.

Comments