Oh Jawa.
Kenapa dirimu selalu menjanjikan angan bernuansa bahagia?
Setiap sudutmu pula selalu buat rindu.
Entah dengan sahdunya Yogyakarta.
Entah dengan sejuknya Bandung.
Entah dengan megahnya Jakarta.
Oh Jawa.
Kenapa putri-putrimu begitu menawan untuk diajak bersenda gurau?
Putri-putrimu itu berhasil membuatku terhanyut dalam senyum mereka.
Bukan sekali dua kali putrimu itu buat aku melara.
Melara karna menghamba pada anggunnya mereka.
Oh Jawa
Kenapa tanahku dipisahkan oleh lautan luas darimu?
Karna lautan keparat itu, aku tak bisa sepenuhnya bermesraan denganmu.
Oh Jawa
Dibalik asa yang kau tabur.
Kau pula tunjukkan kejamnya dirimu.
Biar aku beritahumu Jawa.
Jika saja tak ada angka-angka diantara kita.
Mungkin saja kisahku akan berbeda pada akhirnya.
Terima kasih telah meresahkan ku berulang kali.
Wahai Jawa.
Dengan segala asa serta kejammu.
Kenapa dirimu selalu menjanjikan angan bernuansa bahagia?
Setiap sudutmu pula selalu buat rindu.
Entah dengan sahdunya Yogyakarta.
Entah dengan sejuknya Bandung.
Entah dengan megahnya Jakarta.
Oh Jawa.
Kenapa putri-putrimu begitu menawan untuk diajak bersenda gurau?
Putri-putrimu itu berhasil membuatku terhanyut dalam senyum mereka.
Bukan sekali dua kali putrimu itu buat aku melara.
Melara karna menghamba pada anggunnya mereka.
Oh Jawa
Kenapa tanahku dipisahkan oleh lautan luas darimu?
Karna lautan keparat itu, aku tak bisa sepenuhnya bermesraan denganmu.
Oh Jawa
Dibalik asa yang kau tabur.
Kau pula tunjukkan kejamnya dirimu.
Biar aku beritahumu Jawa.
Jika saja tak ada angka-angka diantara kita.
Mungkin saja kisahku akan berbeda pada akhirnya.
Terima kasih telah meresahkan ku berulang kali.
Wahai Jawa.
Dengan segala asa serta kejammu.
Comments
Post a Comment