Di Antah Berantah.

Diantah berantah ini aku bergumam,
memujamu dari ujung rambut hingga ujung kuku kakimu.
Tapi kali ini aku mulai tersadar
Apakah memang diriku ini jadi maumu?

Bertemu sekejap, lalu menghabiskan ribuan detik didunia maya
Karena kejamnya jarak, diri ini memujamu dari kejahuan
Aku heran
Apakah aku takut kehilanganmu
Atau
Apakah aku terlalu membutuhkanmu
Atau
Aku saja yang ketakutan dalam sepi

Dikeramaian ini aku bersenandung
menceritakan keistimewaanmu dengan fasih tanpa cela pada dirimu
Tapi kali ini aku ditampar realita
Apakah dirimu juga melakukan hal yang sama atas diriku?

Kasih, rela ku tunggu dirimu dalam sepi
Tapi tolong, kembalilah
Kamu yang saat ini berjibaku untuk mimpi dan pengharapan atasmu

Saudari, jangan lupa pulang
Aku tahu kamu tentu letih berjibaku
Tapi pasti kamu tahu, akukan berusaha jadi pelipur letihmu

Jadi, setelah aku panjang lebar kali ini
Aku harap inginmu serta maumu itu
Bisa terjawab olehku.

Comments