Kau hadir kala keputusasaan menyergapku
Menyapaku dengan lembut bernada syahdu
Kau berhasil menancap pasak dalam relung hati
Melebur dalam fantasi, menjadikanku pemimpi kembali
Aku yang menjadi acuh tak acuh pada pengharapan
Tiba-tiba tersedak karena kau desak
Mendesakku untuk menjadi insan penuh harap
Berharap untuk bersanding berdua
Lalu ketika aku telah berharap
Tanpa angin, tanpa hujan, tanpa kilat menjilat
Kau tiba-tiba hilang tak bergumam
Menyisakan tanda tanya pada gelap malam
Kurang dalamkah pasakku menunjam?
Bahkan kau saja menunjamku dengan sangat dalam
Apa gunanya kau mendesak untuk bermimpi?
Padahal kau sendiri takut untuk dimimpikan
Kau melenggang pergi tanpa permisi
Meninggalkan ku meratapi sepi
Bersenandung lara sambil bermimpi
Berharap kau dan aku bersanding abadi
Menyapaku dengan lembut bernada syahdu
Kau berhasil menancap pasak dalam relung hati
Melebur dalam fantasi, menjadikanku pemimpi kembali
Aku yang menjadi acuh tak acuh pada pengharapan
Tiba-tiba tersedak karena kau desak
Mendesakku untuk menjadi insan penuh harap
Berharap untuk bersanding berdua
Lalu ketika aku telah berharap
Tanpa angin, tanpa hujan, tanpa kilat menjilat
Kau tiba-tiba hilang tak bergumam
Menyisakan tanda tanya pada gelap malam
Kurang dalamkah pasakku menunjam?
Bahkan kau saja menunjamku dengan sangat dalam
Apa gunanya kau mendesak untuk bermimpi?
Padahal kau sendiri takut untuk dimimpikan
Kau melenggang pergi tanpa permisi
Meninggalkan ku meratapi sepi
Bersenandung lara sambil bermimpi
Berharap kau dan aku bersanding abadi
Comments
Post a Comment