Karna sikapmu, aku berkontemplasi
Aku merenungi diri, berusaha berdikari
Menolak bingung kali ini
Mengais fakta agar tak salah arti
Pernah bersanding sejenak
Lalu berpisah karna dalih sepihak
Kau hadir bak wangi mawar menyeruak
Lalu tiba-tiba saja wanginya memudar tak berjejak
Pernah tak bercakap, melewatkan ribuan bulan
Hingga akhirnya bersua, ditemani badai yang menyejukkan
Kau dengan bola matamu, seindah purnama bulan
Tak sangka akhirnya aku dapat menikmati pola tingkah kau yang anggun
Tak pernah sekalipun terlintas pada lorong angan-angan
Aku dapat menemukan kau yang sedang berdiri diujung ruang waktu bergumam sendiri dengan fasih
Lalu dengan dahsyatnya, kau berhasil menjemputku dari kisah pilu akhir-akhir ini
Aku merenungi diri, berusaha berdikari
Menolak bingung kali ini
Mengais fakta agar tak salah arti
Pernah bersanding sejenak
Lalu berpisah karna dalih sepihak
Kau hadir bak wangi mawar menyeruak
Lalu tiba-tiba saja wanginya memudar tak berjejak
Pernah tak bercakap, melewatkan ribuan bulan
Hingga akhirnya bersua, ditemani badai yang menyejukkan
Kau dengan bola matamu, seindah purnama bulan
Tak sangka akhirnya aku dapat menikmati pola tingkah kau yang anggun
Tak pernah sekalipun terlintas pada lorong angan-angan
Aku dapat menemukan kau yang sedang berdiri diujung ruang waktu bergumam sendiri dengan fasih
Lalu dengan dahsyatnya, kau berhasil menjemputku dari kisah pilu akhir-akhir ini
Comments
Post a Comment