Malam

derap langkah menjauh berbunyi kencang waktu itu, tiba-tiba terlintas bunyian khas dirimu.
kala itu hanya lampu jalan menemani, sembari menjauh mencari arti supaya tak melara lagi.
desir angin malam itu pun bahkan berbisik, "sudah jangan dirimu berpaling muka, sudah benar waktunya untuk pergi mencari persinggahan lain."

Comments