halo, nona.
masih ingatkah bagaimana awalnya kita bersua?
kau yang begitu memikat.
tampak sederhana, tapi begitu kaya tak bercela.
tak perlu lama untuk jatuh hati padamu.
bahkan badai pun terlalu lemah didepanmu.
mungkin lorong waktu yang kita lalui bersama terlalu sempit.
bahkan aku terlalu berduka kala kau memilih untuk beranjak pergi tanpa permisi.
masih ingatkah kau bagaimana diriku saat kau temukan waktu itu?
rapuh pasca dipatahkan hatinya.
malah melemah hanya untuk bermimpi yang sederhana.
kau dan aku, kita habiskan waktu dimalam hari, didunia maya yang semenjana.
tak pernah sekalipun aku berani lupakan setiap kata yang terucap dari celah bibir merah mudamu.
tak segan untuk aku lupakan.
bahkan ketika kau patahkan hati serta asa ini sekalipun.
mencoba melupakannya adalah hal terbodoh dijagat raya manapun.
dari kejauhan, aku melihat kau begitu bahagia, tak merasa terjadi apa-apa.
padahal, tanpa kau sadari, telah kau patahkan hati seorang yang mulai meneduh dibawah rindangnya sorot matamu.
pernahkah kau terpikir apa yang kulakukan berapa waktu belakangan ini?
saat telah kau patahkan hati ini?
sedihku tak berujung, dukaku tak berdasar.
bahkan mimpi dalam tidurku hanyalah tentang dirimu.
butuh waktu yang lama untuk sadar.
bahwa sebaik-baiknya melupakan, jauh lebih baik untuk menerima.
dan benar, aku hanya perlu menerima realita ketimbang menangisi impianku yang tak menjadi kenyataan.
aku sadar, kau begitu menikmati realita yang kau pilih ketimbang memilih bersamaku.
dan untuk sekarang, aku tak masalah akan hal itu.
mungkin memang kita tak ditakdirkan untuk berjalan beriring-iringan.
aku hanya mendoakan agar niscaya kau selalu dikelilingi kebahagiaan.
aku akan baik-baik saja dengan sedihku, sedikit banyak aku menjadi pribadi jauh lebih baik.
kau pergilah dengan pilihanmu yang kau anggap baik.
aku akan tinggalkan ini tanpa perlu meratapinya lagi.
sampai jumpa, nona.
dan bilamana kau pada nantinya tak tahu harus pulang kemana.
kau tahu harus kemana.
tatap mataku akan terus sama, akan terus selalu memujamu tanpa cela.
masih ingatkah bagaimana awalnya kita bersua?
kau yang begitu memikat.
tampak sederhana, tapi begitu kaya tak bercela.
tak perlu lama untuk jatuh hati padamu.
bahkan badai pun terlalu lemah didepanmu.
mungkin lorong waktu yang kita lalui bersama terlalu sempit.
bahkan aku terlalu berduka kala kau memilih untuk beranjak pergi tanpa permisi.
masih ingatkah kau bagaimana diriku saat kau temukan waktu itu?
rapuh pasca dipatahkan hatinya.
malah melemah hanya untuk bermimpi yang sederhana.
kau dan aku, kita habiskan waktu dimalam hari, didunia maya yang semenjana.
tak pernah sekalipun aku berani lupakan setiap kata yang terucap dari celah bibir merah mudamu.
tak segan untuk aku lupakan.
bahkan ketika kau patahkan hati serta asa ini sekalipun.
mencoba melupakannya adalah hal terbodoh dijagat raya manapun.
dari kejauhan, aku melihat kau begitu bahagia, tak merasa terjadi apa-apa.
padahal, tanpa kau sadari, telah kau patahkan hati seorang yang mulai meneduh dibawah rindangnya sorot matamu.
pernahkah kau terpikir apa yang kulakukan berapa waktu belakangan ini?
saat telah kau patahkan hati ini?
sedihku tak berujung, dukaku tak berdasar.
bahkan mimpi dalam tidurku hanyalah tentang dirimu.
butuh waktu yang lama untuk sadar.
bahwa sebaik-baiknya melupakan, jauh lebih baik untuk menerima.
dan benar, aku hanya perlu menerima realita ketimbang menangisi impianku yang tak menjadi kenyataan.
aku sadar, kau begitu menikmati realita yang kau pilih ketimbang memilih bersamaku.
dan untuk sekarang, aku tak masalah akan hal itu.
mungkin memang kita tak ditakdirkan untuk berjalan beriring-iringan.
aku hanya mendoakan agar niscaya kau selalu dikelilingi kebahagiaan.
aku akan baik-baik saja dengan sedihku, sedikit banyak aku menjadi pribadi jauh lebih baik.
kau pergilah dengan pilihanmu yang kau anggap baik.
aku akan tinggalkan ini tanpa perlu meratapinya lagi.
sampai jumpa, nona.
dan bilamana kau pada nantinya tak tahu harus pulang kemana.
kau tahu harus kemana.
tatap mataku akan terus sama, akan terus selalu memujamu tanpa cela.
Comments
Post a Comment